Select Language:
Bahasa Indonesia | English
lean-tool.com
Advertisement

About Us
About Us Lean-Tool.com

Lean-Tool.com provides tools to facilitate you in implementing lean especially in Standardized Work.
Hopefully, with the lean-tool, can facilitate the implementation of lean in your workplace.

With the tools that we have provided, Your improvement will be done more quickly and precisely.

Thank You


YASER ALI HUSEN
Developer
" Yaser has been workin in a factory brakes in Jakarta, Indonesia.
He Has 10 years of working in Production System Department, With the experience of the Toyota Production System (TPS) or lean
For lean-tool.com Yaser created lean tools to help improvement especially for Standardized Work Improvement (Hjyoujun Sagyou Kaizen)"




Linkedin Profle :

https://www.linkedin.com/in/yaseralihusen

Contact Us
If You have a trouble about our tools, request a customize tool, please send me email at yaseralie@gmail.com
or You can fill this form


Contact Us
5+4=?
Advertisement

Affiliate Distributor

SistemProduksiToyota.com
You can get the lean-tool programs at this site.
On this site, you can learn many things about Toyota Production System or Lean

Website Content :
Tujuh Muda dalam Industri manufaktur
Tujuh muda

Dalam implementasi Toyota Production System, hal utama yang dikerjakan adalah mengeliminasi muda, mura dan muri.

Terminologi Muda diartikan sebagai seluruh aktivitas yang menggunakan sumber daya, tanpa menambah nilai untuk customer.

Atau

Seluruh aktivitas yang konsumen tidak ingin membayarnya

Taichi Ohno membuat 7 katagori utama, yang terkenal disebut Tujuh Muda atau Seven Wastes. Ketujuh muda ini adalah tipikal muda yang sering ditemukan di proses manufaktur.

1. Muda Over Produksi (Over Production)

Muda yang disebabkan oleh produksi berlebih, produksi lebih awal, atau produksi lebih cepat dari dari kebutuhan proses berikutnya (konsumen).

2. Muda Menunggu (Waiting)

Muda yang terjadi ketika operator menunggu karena menunggu siklus mesin, breakdown mesin, part delay dan lain-lain.

3. Muda Transportasi (Conveyance)

Transportasi adalah aktivitas muda, karena transportasi tidak menhasilkan nilai tambah. Produk dan part memang harus ditranportasikan, tetapi semua pergerakan barang yang melebihi kebutuhan minimum akan menjadi muda.

Dalam perusahaan manufaktur, muda ini dikarenakan oleh laypur yang kurang/tidak bagus. Oleh karena itu perusahaan harus merancang pabrik berdasarkan flow barang, sejak awal pendirian pabrik.

4. Muda Proses (Processing atau overprocess)

Muda karena melakukan proses berlebihan atau salah disain proses.

5. Muda Stok (Stock atau Inventori)

Muda dikarenakan memiliki material, part, WIP dan finished goods yang berlebih. Atau lebih tepatnya, mempunyai lebih banyak dari stok minimum yang harus ada, untuk keperluan berjalannya pull system.

6. No Good (Correction)

Seluruh barang dan aktivitas yang masuk katagori scrap, rework dan inspection. Proses terbentuknya NG (dinilai sengai bancnbisa terjadi dikarenakan kesalahan operator, atau ada barang NG, flow out NG ke proses berikutnya.

7. Gerak (Motion)

Pergerakan operator yang tidak mendatangkan nilai tambah. Termasuk juga muda gerak di mesin.

Di atas semua adalah 7 Muda yang sering terjadi di proses manufaktur. 7 Muda ini juga bisa diimplementasikan di luar perusahaan manufaktur.

Kalau ingin lebih mudah memahami tujuh muda,  silahkan lihat video teman saya, coach Arfi di bawah ini.

Semoga materi ini membantu anda.

The post Tujuh Muda dalam Industri manufaktur appeared first on Sistem Produksi Toyota.

Sistem Produksi Toyota |Definisi dan Sejarah

Apakah Sistem Produksi Toyota itu, kalau melihat banyak literatur dan training-training, saya memegang definisi sebagai berikut : SPT adalah sistem manufaktur yang tujuan utamanya adalah mendatangkan profit bagi perusahaan dengan cara mengeliminasi Muda (pemborosan).

Dari Buku Kaizen Express Definisi Toyota Production System adalah Konsep kerangka kerja dan metode untk meningkatkan vitalitas/performance perusahaan. Dengan tujuan untuk menghasilkan kualitas terbaik, biaya terendah dan lead time terpendek dengan cara mengeliminasi muda.

Sistem Produksi Toyota dapat dipahami dengan mudah, melalui bagan atau alur yang sering disebut dengan rumah TPS ( rumah Toyota Production System).

Seperti halnya bangunan atau rumah, untuk mempelajari Sistem Produksi Toyota kita membagi 3 besar subjudul bahasan yaitu :

  1. Akar atau Base dari Toyota Production System
  2. Pilar atau penyangga TPS
  3. Atap dari Toyota Production System.

Hal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

  1. Base dari TPS terdiri dari implementasi safety, implementasi 5S, Implementasi Standardized Work
  2. Pilar TPS terdiri dari Just In Time (JIT) dan Jidoka. Pada saat ini, para praktisi mulai memasukkan satu pilar lagi yaitu Human Development atau Associates Involvement.
  3. Adapun pada bangunan Atap adalah implementasi TPS itu sendiri atau Lean Manufacturing Implementation.

Taichii Ohno dan Kelahiran TPS

Kiichiri Toyoda mendirikan Toyota Motor Company (TMC) pada tahun 1937. Taichii Ohno (1912~1990) bergabung ke TMC 6 tahun kemudian, pindah  dari Toyoda Boshoku Company. Setelah perang dunia ke-2 Kiichiro mencanangkan target agresif untuk pertumbuhan luar biasa, “Mengejar ketertinggalan produktivitas terhadap AS, dalam 3 tahun”.

TPS lahir pada tahun 1947 setelah perang dunia ke 2, setelah Taichii Ohno manganalisa line machining Toyota dan menemukan berbagai muda.

Berbicara tentang sejarah Sistem Produksi Toyota, pasti menyinggung  2 orang yang berperan membuat 2 pillar TPS. Mereka adalah Sakichi Toyoda yang menciptakan mesin tenun otomatis yang  berprinsip Jidoka pada periode 1912~1926. Mesin tenun Sakichi Toyoda mampu memberhentikan mesin secara otomatis ketika ada benang yang putus. Improvement quality yang luar biasa dan membebaskan operator dari sekedar memonitor kerja mesin, yang mendorong operator dapat bekerja dengan multi mesin. Konsep mendisain mesin dapat menyetop mesin secara otomatis dan memberi signal apabila ada masalah disebut Jidoka.

Pada tahun 1938, Kiichiro Toyoda mengenalkan konsep Just In Time. Ia belajar cara produksi FORD dan mencoba untuk mengadopsi dan mengimplementasinya untuk kondisi perusahaan Jepang.

Pada tulisan berikutnya saya akan coba merinci Sistem Produksi Toyota dari topik landasan TPS.

The post Sistem Produksi Toyota |Definisi dan Sejarah appeared first on Sistem Produksi Toyota.

KAIZEN(改善), KUNCI SUKSES PERUSAHAAN

Apa itu Kaizen..? sebuah kata yang hampir setiap hari didengar dan dibicarakan dalam aktivitas kerja kita yang berada dalam lingkungan perusahaan yang menerapkan manajemen Jepang. Dalam manajemen bisnis, kaizen adalah tradisi Jepang yang sekarang digunakan secara internasional, dimodifikasi oleh setiap budaya terbaik sesuai dengan lingkungan bisnis mereka sendiri. A literal translation of kaizen could be “to become good through change”. At its most basic the concept of kaizen is one of restructuring and organizing every aspect of a system to ensure it remains at peak efficiency.

Dalam bahasa Jepang, karakter huruf kanji asli dari kata ini adalah改善  (dibaca kaizen) yang jika dipilah, 改 (kai) berarti, “perubahan” atau “kegiatan untuk memperbaiki” dan善(zen) berarti, “kebaikan” atau “tindakan yang bermanfaat”. Sebuah terjemahan harfiah dari kaizen bisa “untuk menjadi baik melalui perubahan”.

Banyak yang mendefinisikan KAIZEN sebagai perbaikan berkesinambungan. Istilah ini mencakup pengertian perbaikan yang melibatkan semua orang (baik manajer dan karyawan) dan melibatkan biaya dalam jumlah tak seberapa.

Masaaki Imai, penulis buku KAIZEN yang sangat terkenal, mendefinisikan bahwa ;          “KAIZEN adalah suatu antusiasme atau jiwa untuk terus menerus membuat lebih baik dari apa yang telah dicapai.  Bersifat “tahapan-tahapan kecil”  dengan “biaya rendah” serta merupakan “perbaikan jangka panjang yang berkesinambungan”.

Filsafat KAIZEN berpandangan bahwa cara hidup kita (apakah itu kehidupan kerja atau kehidupan sosial maupun kehidupan rumah tangga) hendaknya berfokus pada upaya perbaikan terus menerus. Konsep ini dirasakan begitu alamiah dan dipahami benar oleh banyak orang Jepang, bahkan sampai mereka tak menyadari bahwa mereka memilikinya.

Meski perbaikan dalam KAIZEN bersifat kecil dan berangsur, namun proses KAIZEN mampu membawa hasil yang dramatis mengikuti waktu. Konsep KAIZEN menjelaskan mengapa perusahaan tak dapat tetap statis untuk jangka waktu lama di Jepang.

Tahapan-tahapan yang secara umum dipakai dalam aktivitas Kaizen seperti terlampir di bawah;            

  1. Menemukan point yang memerlukan kaizen
  2. Menganalisa cara yang dipakai saat ini
  3. Memperoleh ide
  4. Membuat usulan kaizen
  5. Melaksanakan usulan kaizen
  6. Konfirmasi setelah pelaksanaa.

Meskipun strategi  kaizen ditujukan pada kegiatan menciptakan perbaikan, dampaknya akan menjadi terbatas bila semua orang bergiat hanya demi kaizen semata, tanpa suatu tujuan yang lebih nyata. Manajemen harus menetapkan sasaran yang jelas guna memandu semua orang dan memastikan bahwa semua kepemimpinan dan kegiatan kaizen diarahkan guna mencapai tujuan tersebut.

Kaizen yang sejati dalam pelaksanaannya dan penerapannya membutuhkan pemantauan yang ketat dan terinci. Kaizen tanpa target seperti suatu perjalanan tanpa tujuan. Kaizen sangat efektif ketika setiap orang bekerja untuk mencapai target, dan manajemen harus menentukan target tersebut.

Sasaran akhir kaizen adalah tercapainya Kualitas, Biaya, Distribusi (Quality, Cost, Delivery — QCD), sehingga pada prakteknya kaizen menempatkan kualitas pada prioritas tertinggi. Kaizen mengajarkan bahwa perusahaan tidak akan mampu bersaing jika kualitas produk dan pelayanannya tidak memadai, sehingga komitmen manajemen terhadap kualitas sangat dijunjung tinggi. Kualitas yang dimaksud dalam QCD bukan sekedar kualitas produk melainkan termasuk kualitas proses yang ditempuh dalam menghasilkan produknya.

Dalam melakukan kegiatan kaizen, satu hal yang sangat penting yang tidak boleh dilupakan adalah nemawashi. Nemawashi adalah proses untuk membahas masalah dan potensi solusinya dengan semua pihak yang terkena dampak oleh masalah tersebut, untuk mengumpulkan ide-ide dari mereka, dan untuk mendapatkan persetujuan mengenai langkah mana yang perlu diambil. Proses konsensus ini, meskipun menghabiskan banyak waktu, membantu memperluas pencarian solusi, dan ketika keputusan telah diambil, kondisi telah siap untuk diimplementasikan dengan cepat.

Di perusahaan tempat saya bekerja, aktivitas Kaizen sangat gencar dilaksanakan di hampir semua area kerja. Kaizen dilakukan dalam bentuk Aktivitas Kelompok Kecil (AKK) seperti QCC, QCP, Task Force Kaizen. Dan ada juga aktivitas Jishuken (team mandiri) yang melibatkan karyawan dari departemen lain sesuai kebutuhan Line atau proses yang harus di KAIZEN dengan berbagai latar belakang dan tujuan seperti, peningkatan produktivitas maupun peningkatan kualitas.

Juga dengan melibatkan peran serta karyawan dalam berkaizen melalui SS (Suggestion System) biasanya menyampaikan perbaikan-perbaikan kecil di area kerjanya masing-masing. Budaya untuk terus menerus melakukan perbaikan kecil dan standarisasi yang berdampak besar dalam menghasilkan berbagai macam peningkatan produktivitas ini harus tetap terjaga.

.Di bawah ini adalah contoh sederhana kaizen yang dilakukan di area Delivery Room. Sebuah Kaizen dengan biaya yang rendah dengan efek yang besar terhadap penurunan Lead Time Informasi untuk penanganan informasi order dari pelanggan. Sebelum Kaizen alur orang bolak-balik dan setelah kaizen alur menjadi lebih teratur

Contributor:

Abdul Wahid,

TPS Implementation Expert, Trainer of Kaizen Activity, QCC facilitator, 5Why Analysis, Fundamental Skills.

The post KAIZEN(改善), KUNCI SUKSES PERUSAHAAN appeared first on Sistem Produksi Toyota.

Arti Kajuhekin

Ada pertanyaan dari teman-teman, arti kajuhekin dan bagaimana cara implementasinya. Kajuhekin yang merupakan istilah bahasa Jepang, artinya adalah rata-rata tertimbang atau weighted average.

Dalam aplikasi di implementasi Sistem Produksi Toyota, kajuhekin biasanya digunakan untuk menghitung kapasitas suatu line produksi. di mana line tersebut memproduksi berbagai tipe part dengan variasi cycle time.

Di bawah ini adalah contoh perhitungan Cycle Time (CT) Kajuhekin dari satu line produksi machining.

Dari tabel di atas didapatkan bahwa CT line tersebut adalah 25,97″ .

Penggunaan CT kajuhekin dimaksudkan agar perhitungan kapasitas suatu line produksi tidak salah.

Silahkan dicoba dan implementasi di line produksi anda.

The post Arti Kajuhekin appeared first on Sistem Produksi Toyota.

Kaizen Express Buku Sistem Produksi Toyota

Memperkenalkan buku yang bisa menjadi rujukan untuk belajar Sistem Produksi Toyota. Buku ini menerangkan prinsip Sistem Produksi Toyota dan bagaimana mengimplementasikannya di genba dengan urutan yang sederhana melalui Kaizen terus menerus. Buku ini disajikan dalam format  tanya jawab, sehingga sangat mudah untuk dipahami. Terlebih lagi,  buku Kaizen Express ini memuat ilustrasi yang jelas. Setiap gambar memberikan pesan tentang materi yang sedang dibahas. “Kaizen” adalah istilah dalam bahasa Jepang. Istilah ini sudah global dan tidak perlu diterjemahkan lagi, hampir semua orang yang terlibat di manufaktur memahami arti kata Kaizen. Buku Kaizen Express ini merupakan dasar pemikiran dari Toyota Production System yang dapat dicapai melalui kerja dan implmentasi.

Buku ini terdiri dari 5 Bab :

  1. Tentang TPS
  2. Just In time yang didukung oleh Aliran Barang, sistem Tarik dan Heijunka.
  3. Jidoka
  4. Proses yang stabil
  5. Jurnal tentang Lean

Buku ini ditulis oleh Toshiko Narusawa dan John Shook. Toshiko Narusawa mempelajari TPS dan bekerja sebagai Kaizen Leader di perusahaan elektronik Jepang (NEC)  dari tahun 1983~2002. Setelah itu dia bekerja di bagian financial service dan menjadi kaizen instructor di perusahaan consultant.  John Shook mempelajari lean ketika kerja di Toyota Motor Corporation. Prestasinya adalah menjadi manager pertama yang non pribumi di perusahaan Toyota di Jepang. Sekarang John adalah senior advisor dari The Lean Enterprise Ints.
Di atas adalah sekilas tentang buku Kaizen Express, berikutnya saya akan coba menulis isi dari buku tersebut.

Kaizen Express didasarkan pada keyakinan bahwa pemikiran TPS hanya dapat dicapai melalui praktek, “Lebih mudah untuk bertindak ke arah pemikiran baru daripada memikirkan jalan ke cara bertindak yang baru”

Toshiko Narusawa
March 2009

Saya akan padukan dengan pengalaman bekerja sebagai Production System Leader. Sampai jumpa dengan tulisan serial berikutnya.

The post Kaizen Express Buku Sistem Produksi Toyota appeared first on Sistem Produksi Toyota.




Advertisement